BolaCorner – 4 Pemain Ini Tidak Boleh Tampil di Semifinal Piala Eropa 2016

0
105

BolaCorner – Tak hanya cedera yang kerap menjadi momok seorang pesepakbola saat sedang berpartisipasi dalam sebuah kompetisi. Tak jarang kartu kuning juga menjadi penyebab sebuah tim menelan kekalahan.

Maklum, akumulasi kartu kuning bisa membuat sebuah tim tak bisa memainkan kekuatan terbaiknya. Apalagi jika tim tersebut tampil dalam laga putaran final sekaliber Piala Eropa 2016. Tentu, sang pelatih sangat membutuhkan starting XI terbaik timnya untuk memenangi laga.

Sayang, ada tiga kontestan semifinal Piala Eropa 2016 yang tak bisa memainkan kekuatannya secara penuh. Wales menjadi tim yang paling dirugikan mengenai hal tersebut. Sebab, mereka harus kehilangan dua pemain inti.

Mereka adalah Ben Davies dan AaronRamsey. Dalam skema tiga pemain bertahan yang diterapkan pelatih Chris Coleman, Davies menjadi sosok yang tak tergantikan. Itu mengapa ia selalu dimainkan Coleman sejak awal di Piala Eropa 2016. Peran Coleman pula yang membuat Wales hanya kebobolan empat gol.

Namun, bicara kontribusi, Ramsey jelas jauh lebih penting bagi Davies. Ia menjadi bagian vital dalam semua serangan The Dragons. Bahkan, ia juga sudah menyumbang satu gol dan empat assist dari lima pertandingan.

Saking khawatirnya, seorang fans Wales pun sampai membuat petisi untuk meminta UEFA merevisi kartu kuning Ramsey saat menang 3-1 atas Belgia di perempat final. Berapa pun orang yang mendukung petisi itu, UEFA diyakini tak akan mengabulkannya.

Di kubu lain, Portugal hanya kehilangan William Carvalho karena suspensi. Ia diganjar kartu kuning saat Portugal bertemu Polandia di perempat final. Perannya cukup penting karena sudah empat laga ia dimainkan sebagai starter.

Selain Wales, Jerman juga menjadi tim yang dirugikan peraturan akumulasi kartu kuning. Pasalnya, mereka tak bisa memainkan bek tangguh Mats Hummels. Ia mendapatkan sanksi akumulasi setelah diganjar kartu kuning akibat melanggar Eder kala Jerman melawan Italia di perempat final.

Meski begitu, masing-masing pelatih tentu sudah menyiapkan pemain pengganti untuk mengatasi hal tersebut. Terlebih, tim-tim seperti Portugal, Jerman, dan Wales memiliki stok pemain yang cukup berlimpah.